" Mengarungi samudera kehidupan kita ibarat para pengembara hidup ini adalah perjuangan tiada masa untuk berpangku tangan setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa tergores luka di jalan Allah akan menjadi saksi pengorbanan "
Bahtera Hikmah
" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran adalah benar dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu " (QS. Fushshilat:53)
Selasa, 21 Desember 2010
Menata Hati dari Bayangan Masa Lalu
itulah update FB saya beberapa waktu yang lalu, ada satu komentar yang sangat baik dari ukhti Uchi yang menanyakan " terus bagaimana dengan masa lalu yang selalu membanyangi diri..sehingga menimbulkan rasa takut dan ragu yang selalu mengiringi langkah untuk meraih masa depan..?
setiap pribadi pasti punya masa lalu baik yang membawa pada kebahagiaan maupun kekecewaan dan tidak jarang malah bayangan-bayangan buruk masa lalu yang malah sering terekam di dalam pikiran dan memori bawah sadar kita, sehingga bayangan-bayangan masa lalu tersebut menjadi semacam Phobia yang terus-menerus mengiringi sepanjang hidup kita, memang kita tidak akan dapat menghapus bayangan-bayangan itu, tapi ibarat seperti bayangan yang sesungguhnya ia muncul ketika ada sisi gelap yang tercipta akibat tertutupnya pancaran sinar cahaya di sisi terangnya. yang dapat kita lakukan adalah memperbesar cahaya di sekitar tempat kita berada tadi dengan itu bayangan akan dengan sendirinya memudar, tapi ingat bayangan tadi tidak benar-benar hilang hanya memudar.
kita sebagai manusia telah dibekali oleh Allah menuruh fitrahnya yaitu Hati sebagai cermin pribadi kita hati mampu memancarkan cahaya kebaikan, namun dapat pula redup oleh perasaan-perasaan yang tidak membaikan kita, dan sekali lagi Ikhlas adalah bahan bakarnya , ketika kita mengisi hati kita dengan perasaan marah, dendam, penyesalan itulah yang menjadikan sinar hati kita semakin redup, oleh karenanya sudah saatnya hari ini kita meneta hati dengan berpikir positif untuk mengembalikan sinarnya kembali.
namun seringkali kita mendapat pertanyaan dalam diri kita sendiri, " saya rasa mudah untuk sekedar mengucapkanya namun ketika mesti saya lakukan selalu saja muncul kesulitan, tetapi ketika saya semakin berpikir positif untuk meredam bayangan itu tetapi bayangan itu malah semakin dekat dan menghantui saya...?"
karena penataan hati positif adalah suatu perbuatan yang abstrak dan seringkali kita malah dihadapkan pada sisi negatif kita, sama halnya saat kita berpikir positif kita secara tidak sadar "memusuhi, membenci, dan tidak menyukai" bagian dari diri kita sendiri (yang negatif) karena itu manusiawi, seperti hukum alam dan pepatah kuno " apa yang kita benci akan cenderung membesar dan apa yang kita tekan akan menekan balik " hal ini juga berlaku pada pikiran kita, bagian negatif diri kita akan semakin terlihat dan bukannya hendak memudarkan bayangan itu tapi malah semakin tidak menghargai diri kita.
yang dapat kita lakukan adalah menjadikan pikiran positif yang dirasa enak di hati adalah berarti positif, dan pikiran positif yang rasanya tidak enak adalah negatif.
misalnya kita punya bayangan tidak enak tentang buruknya hubungan pertemanan anda di masa lalu. dalam pikiran kita :
" saya punya masalah hubungan pertemanan "
" saya tidak tahu harus berbuat apa "
setelah itu kita menulis beberapa kalimat yang benar-benar menggambarkan perasaan kita, buatlah pernyataan ini dalam hati.
" saya akan mencari pikiran tentang hal ini yang rasanya enak "
lalu tuliskan berbagai pikiran yang muncul dan perasaan hati anda yang rasanya menjadi lebih baik, sama, atau lebih parah.
misal:
" saya tidak pernah punya cukup teman "(sama)
" saya ingin punya banyak teman " (sama)
" seharusnya saya lebih banyak berhubungan sosial "(sama)
" seharusnya saya tidak berteman dengan mereka " (lebih parah)
" tapi hari ini saya masih punya teman-teman yang setia dan baik pada saya " (lebih baik)
" pengalaman ini menjadikan saya lebih bisa mengerti orang lain " (lebih baik)
" hari ini sahabat-sahabat dan saudara-saudara saya telah mengulurkan tangan mereka membantu masalah saya " (lebih baik)
" setiap saya punya teman pasti ada sisi baik dan buruknya "(sama)
" teman seharusnya dapat kita manfaatkan " (lebih parah)
" untung saya tidak terperosok lebih jauh " (lebih baik)
" saya belajar memaafkan dan memahami kekurangan teman saya " (lebih baik)
" itu telah berlalu dan bukan hari ini " (sama)
" dulu saya juga pernah mengalaminya seperti ini dan saya mampu melewatinya" (lebih baik)
" seandainya teman saya sedikit namun baik pada saya mungkin saya jadi lebih mengerti tentang diri saya sendiri/intrapersonal " (lebih baik)
" saya lebih beruntung dari mereka yang lebih banyak musuh " (lebih baik)
kita dapat lihat di sini kita tidak berlatih memaksakkan diri untuk berpikir positif dan menghapus masalah itu kita juga tidak menilai pikiran kita itu positif atau negatif yang kita cari adalah perasaan dibalik pikiran-pikiran itu, sehingga kita bisa mengenali pikiran mana yang sebaiknya saya "pelihara" agar perasaan selalu "enak" di dealam keikhlasan hati.
memang semua kejadian yang telah terjadi tidak dapat dirubah, tetapi pikiran kita tentang ketidakmampuan kita membina hubungan baik telah mendominasi perasaan sebelumnya, sehingga perasaan itulah yang menarik semua masalah dan perasaan kecewa kita. ubahlah perasaan itu maka kondisi-kondisi pun akan ikut berubah. dan tidak perlu takut menghadapi masa akan datang yang dibayangi masa-masa lalu.
" lebih baik kita menaruh perhatian kita pada masa depan, karena kita akan menghabiskan lebih banyak wakru disana "
Allahu a'lam bishowab
Referensi:1. Quantum Ikhlas : Erbe Sentanu
2. Habit : Michell Suharli
Sabtu, 18 Desember 2010
Apa yang kita pikirkan dan ucapkan belum tentu yg kita harapkan..tetapi apa yang kita rasakan dalam hati adalah yang kita harapkan
..Pribadi yang bertanggung jawab tak akan pernah berpegang pada akar rapuh kenangan masa lalu, tapi ia akan segera meraih dahan kokoh hari ini untuk menggapai buah manis masa depan..
" Bukankah kelemahan yang kita miliki adalah kerahmatan yang tdk kita pahami, oleh karenanya selalu bersyukur dg apa yg kita miliki dan tdk mengeluh tentang apa yg tdk kita punyai "
Mengatakn untuk dapat menjadi pribadi lebih baik adlah lebih mudah daripada benar2 melakukan dan bersikap lebih baik, namun yg paling baik ketika kita berusaha untuk jadi yg lebih baik..
Kamis, 09 Desember 2010
Nasehat Imam Ali bin Abi Thalib
"Kebaikan bukanlah memiliki harta melimpah dan anak banyak. Akan tetapi, kebaikan adalah jika amalmu banyak, ilmumu luas dan engkau tidak menyombongkan diri kepada orang lain dengan ibadahmu kepada Allah swt. Jika berbuat baik, engkau segera bersyukur kepada Allah swt dan jika berbuat buruk segera memohon ampun kepada-Nya.
Di dunia ini tidak ada kebaikan, kecuali bagi orang berikut :
1. seorang yang banyak berbuat dosa kemudian bertobat dan memperbaiki segala kesalahannya.
2. seorang yang senantiasa bergegas untuk melakukan berbagai amal kebajikan"Ketahuilah! Sesungguhnya kalian akan mati dan setelah itu dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal. Karena itu jangan tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh ujian, bersifat sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang berada di dalamnya akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk memperolehnya.Ketahuilah! Kalian beserta segala perhiasan kehidupan dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka yang terdahulu, orang-orang yang lebih panjang umurnya dan lebih megah rumahnya. Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang, rumah mereka kosong. Mereka berada di kubur yang letaknya dekat dan penghuninya terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing, tertimbun oleh bebatuan dan pasir.Bayangkan kalian kelak akan menjadi seperti mereka, tubuh kalian hancur dan sendiri di kubur. Apa yang akan terjadi dengan kalian jika kiamat tiba, semua yang dikubur dibangkitkan dan segala rahasia yang tersembunyi dalam dada dibongkar, pada saat itulah setiap jiwa akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatannya selama hidup di dunia.""Hapalkanlah lima hal ini, andaikata kalian menunggang onta untuk mendapatkannya, maka hingga onta itu kurus, kalian tidak akan memperolehnya :
1. Seorang Hamba hendaknya tidak berharap kecuali kepada Allah swt Tuhannya.
2. Seorang hamba hendaknya hanya takut akan dosa-dosanya.
3. Seorang yang bodoh hendaknya tidak merasa malu untuk bertanya.
4. Seorang yang berilmu ketika ditanya tentang sebuah persoalan dan tidak mengetahui jawabannya, hendaknya tidak malu untuk mengatakan, "Allah swt yang Maha Mengetahui."
5. Bagi Iman, sabar ibarat kepala sebuah tubuh, sehingga tidak ( sempurna ) iman seseorang yang tidak memiliki kesabaran.
Selasa, 16 November 2010
selamat id adha
meski sempat kemarin mengalami kendala karena account Gmail ana non aktif, alhamdulillah hari ini insyaAllah lewat tulisan ini ana mulai mengutarakan apa yang ada di hati ana lagi. semalampun sebagian dari kita pun sudah mengumamdangkan takbir, tahmid dan tahlil, dan pagi tadi sudah melaksanakan shalat id dan menyembelih korban. itulah keaneragaman dalam negara kita yang seharusnya menjadi harmoni dan bukan menjadi perselisilah dan bagi yang akan merayakan esok hari selamat juga. begitu indah rasanya ketika kita mampu saling memahami, semua itu padahal telah tersimbolisasi dalam apa yang kita peringati hari ini yaitu biasa yang disebut lebaran haji mengapa disebut demikian karena saudara-saudara muslimin kita saat inipun sedang melaksanakan ibadah haji, ketika berbagai bangsa, golongan, laki-laki perempuan, berbagai tingkat sosial dan apapun perbedaan itu laksana telah melebur dalam pakaian ihram mereka yang sama. sebuah perintah dari Allah yang satu, lewat perantara Rasul yang satu dalam kitab yang satu dan perintah yang ditujukan bagi umat yang satu untuk maksud dan tujuan yang satu pula begitu indah moment ini.sebagai sebuah tradisi bangsa arab sejak jaman nabi ibrahim yang ketika rasulullah diutus dijadikan sebuah syariat oleh Allah bagi umat islam ini. begitu banyak simbolisasi yang dapat kita lihat dalam hari-hari penuh berkah ini. saat kita yang tidak mengerjakan haji sedang menyembelih korban hewan, sebuah contoh yang ditujukan nabi Ibrahim ketika harus menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya Ismail, betapa sebenarnya nurani seorang ayah pun tiada tega melakukan perintah tersebut setelah sekian lama beliau tiada bertemu dengan Ismail kecil setelah ditinggal dalam lembah tandus juga karena perintah Allah, sehingga kita pun tahu lewat kisah Ismail kecil dan ibu siti hajar ada lagi sebuah kegiatan sa'i yang sampai saat ini menjadi bagian dari bagian dari ibadah haji dan sejarah adanya sumur Zam-Zam,tapi tugas seorang Rasul dalam menerima perintah dari Allah dengan ikhlas dan beliau pun menyerahkan segala sesuatunya pada PemilikNya, dan benar saja Allah telah menguji keimanan keduanya memang sungguh luar biasa dan Allah memberi pengertian pada kita kita bahwa memang jiwa manusia terlalu mulia untuk dikorbankan dan digantikan oleh Beliau dengan seekor domba.kembali pada ritual sa'i saat itu kita dihadapkan pada kenyataan bahwa kita tetap ada sebuah ikhtiar dibalik sebuah ketawakalan pada-Nya betapa tidak mungkin serasa tiada lagi hukum sebab akibat dipikirkan oleh ibunda Ismail ketika seorang diri harus ditinggal dalam kegersangan gurun jika bukan karena keimanan dan ketawakalan pada Pemilik sebab akibat tapi tak lupa beliau pun melakukan ikhtiar lewat lari sa'i tersebut. lalu ada lagi saat musuh terbesar manusia setan telah disimbolisasi dalam prosesi lempar jumrah mengingatkan pada kita mereka usirlah mereka dalam hati dan kenyataanmu lewat lemparan batu.wah mungkin sebagian kita lagi bakar sate ni ya...he..he.., sembelih korban dalam kebersamaan saling berbagi sama merasakan apa yang sedang dirasakan sesama saudara kita..(nb. yang lagi kelebihan bagi-bagi dong..!!)dan mungkin memang lewat sedikitnya pengetahuan saya dan kesempatan disinilah kiranya yang dapat saya bagi meski sebenarnya masih banyak hikmah-hikmah disekitar ibadah haji dan peringatan id adha ini tapi yang terpenting adalah ucapan selamat merayakannya dan bukan hanya sekedar merayakanya.
Jumat, 12 November 2010
Bagai Air
Berada di alam bebas adalah suatu kenikmatan terindah jika kita pernah melakukanya, tapi yakin kebanyakan kita telah merasa betapa besarnya anugerah yang Allah berikan pada kita.satu lagi hikmah dari alam ciptaan Allah adalah " air "air adalah sumber kehidupan merupakan unsur gabungan dalam kimia antara 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen, uniknya adalah ketika kita menemui air dimana akan tersusun dengan susunan kimia tersebut, jika ada susunan yang lain maka ia bukanlah airketika air berwujud cair dapat kita analogikan sebagai manusia kebanyakanya dia dapat terlarut oleh senyawa apa saja namun dia tetaplah air yang jernih yang maberikan kesejukan ketika dia tak tercemar oleh racun kehidupan, bukankah sumber air yang sering diambil akan terus mengeluarkan air yang semakin jernis dan semakin jernih sama pula ketika kita dapat saling berpesan dalam kebaikan dan kesabaran akan menjadikan hati kita sejuk, sesejuk embun di pagi hari.
suatu ketika air akan berubah wujud menjadi gas inilah analogi tertingginya bahwa kita mampu menempatkan waktu kita di sela-sela kesibukan, biarkan pikiran kita terbang seringan-ringannya bagaikan gas menuju langit tertinggi lewat ibadah dan tafakur kita, maka suatu ketika kita sebagi air telah sampai pada langit ke tujuh tak ada yang lebih kuasa di alam ini selain Allah SWT.namun adalah sangat disayangkan ketika kita telah masuk ke dalam fase padat hati kita akan semakin dingin..semakin dingin dan dingin, dingin hati orang yang tak ingin tahu apa arti hidup ini, untuk apa hidup ini dan siapa aku ini, seperti hati orang-orang kafir yang tertutup.....
Kamis, 11 November 2010
Nasihat Amirul Mukminin
Rabu, 10 November 2010
10 sifat yang banyak di sukai orang
2. Kerendahan HatiBerbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.3. KesetiaanKesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.4. Positive ThinkingOrang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.5. KeceriaanKarena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.6. Bertanggung jawabOrang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.7. Percaya DiriRasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.8. Kebesaran JiwaKebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.9. Easy GoingOrang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.10. EmpatiEmpati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik, dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Keyakinan
Alkisah ada seorang anak dari sepasang suami istri. Anggaplah namanya Budi (mohon maaf untuk siapa saja yang bernama budi, ini hanyalah kisah fiktif belaka..kesamaan nama hanyalah kebetulan saja..hehe).Si budi ini lahir dan tumbuh menjadi anak yang sangat menggemaskan. Walau kalau diperhatikan dengan seksama maka banyak orang bertanya-tanya.Pertanyaan apa? Kalau dilihat-lihat bapaknya budi tinggi, kulit kuning langsat, gagah, pokoke dah bak peragawan saja. Ibunya? Wueh cantik, putih, hidung mancung, rambut lurus hitam legam. Serasi bener dengan suaminya.Lah budi? Rambut ikal, hitam, idung pesek, pendek pula.Apalagi kalau tau tipikal wataknya. Ibu dan bapak Budi cenderung sangat teliti, telaten dan sabar. Budi malah benar-benar kebalikannya, suka ceroboh, gk sabaran dan pengen semuanya serba cepat.Saat kecil si budi suka diolok-olok anak pungut. Si budi walau kesel (dan sering kali berantem karenanya) tak terlalu memperdulikannya. Maklum masih kecil sekarang kesel besok sudah tertawa lagi. Tapi saat beranjak dewasa hal ini berbeda, si budi merasa apakah KEYAKINAN dia bahwa selama ini dia adalah ANAK dari KEDUA ORANG TUANYA salah? Apalagi mengingat ciri fisik dan ciri sifat yang sangat berbeda (plus ditambah kompor komentar dari teman, kenalan dan yang lainnya.Maka dimulailah PERJALANAN mencari kebenaran buat si budi. Dia mulai dengan meminta akta kelahirannya kepada kedua orang tuanya dan men-cross check kebenarannya ke RS yang bersangkutan. Akte sah, gak ada yang salah, maka tersenyumlah si budi dan yakinlah dia kalau dia benar-benar anak dari ibu bapaknya.Tapi esok lusa, saat dia bercerita kepada yang lainnya. Eh banyak yang meragukan. Katanya surat keterangan gini doang bisa saja salah, dia harus punya saksi hidup yang menyaksikan kalau dia benar-benar BROJOL dari rahim ibunya..Maka perjalanan dimulai kembali. Bak detektif si budi menelusuri siapakah dokter atau bidan yang membantu proses lahiran dia. Setelah berminggu-minggu dia mencari, didapatilah sang dokter bahkan perawatnya. Setelah proses tanya jawab yang memakan waktu dan pikiran maka yakinlah si budi kalau memang benar dia brojol dari rahim ibunya.Eh lagi-lagi esok lusa saat si budi sedang menonton televisi dia lihat kasus suap. Dengan suap uang bisa saja keterangan seseorang diubah-ubah. Maka kembali sangsilah si budi. Memutuskan untuk mencoba level tertinggi pembuktian anak. TES DNA!Maka menabunglah si budi selama bertahun-tahun. Setelah terkumpul (bahkan saat itu si budi sudah bekerja dan berkeluarga) maka mulailah si budi melakukan tes dna. Setelah mengeluarkan biaya besar dan serangkaian tes melelahkan maka keluarlah hasil tes itu. Ternyata walau fisik dan sifat yang sangat berbeda, kata selembar surat tes dna itu si budi benar-benar ASLI anak ibu bapaknya.Giranglah si budi. Dan tak lagi kepikiran yang aneh-aneh atas keyakinannya walau sering ditanyakan oleh yang lainnya (walau hanya gurauan “bener gk sih lu anak ibu bapak lu?”). Sekian tahun berlalu, ibu bapaknya si budi sudah meninggal, si budi mendapati fakta saat bekerja bahwa bahkan suatu tes dalam beragam pembuktian bisa juga salah. Harus berkali-kali dilakukan barulah bisa dipastikan itu benar adanya.Maka kembali pusinglah si budi. Selembar kertas hasil tes dna itu bisa saja salah bukan? Bisa jadi dia bukan anak ibu bapaknya. Tapi mau ikut tes dna lagi bagaimana pula dia dapat biayanya sampai berkali-kali harus tes DNA. Anak istrinya butuh biaya. Maka mengadulah dia ke makam ibu bapaknya.“Ibu..bapak.. apa benar saya anak kalian?? aku sudah cross check ke RS, sudah cari dokternya, sudah tes dna. Tapi semua itu masih bisa error, bisa saja itu semua salah. Apa benar saya bukan anak ibu dan bapak? Saya harus bagaimana untuk menghilangkan ragu di hati saya” Begitu kira-kira kata si budi (sambil menangis tentunya) dimakam ibu dan bapaknya di suatu pemakaman umum.“yaelah mas, kalau memang hati anda mau meragu maka suatu hal sebenar apapun itu ya pasti salah saja. Yang mas lihat bukanlah benarnya, tapi selalu kemungkinan salah dan errornya. Hidup itu memang ada waktunya untuk mencari tapi ada waktunya juga untuk meyakini. Hati manusia tak akan pernah puas, memilih untuk meragu atau meyakini ya terserah sendiri asal siap resikonya jangan sampai menangis merengek dimakam siang bolong seperti ini”Si budi bingung. Siapa yang bicara? Si budi menyeka mata yang berair dan ingusnya kemudian berpaling kebelakang. Mendapati seorang kakek tua penjaga makam yang kumal, kurus, baju compang camping sedang asyik membersihkan makam dari rumput liar. Si budi bingung, dipikir-pikir benar juga kata suara tadi. Tapi apa mungkin bapak ini yang berkata demikian? Badannya kurus, kucel, tidak terlihat berpendidikan, masa iya bisa berkata sebijak itu.“maaf pak.. bapakkah yang tadi berkata kepada saya?” si budi kembali bertanya.Kali ini bapak tua itu berhenti bergerak, tersenyum sejenak kearah si budi dan berkata“nah mas.. sama seperti hal yang mas dengar tadi.. apakah mas mau yakin bahwa saya lah yang berkata atau mau kembali meragu bukan saya yang berkata? Semuanya terserah mas saja..”sumber. kompasiana.comdari inspiring story di atas kita dapat mengambil hikmah di dalamnya, bukankah keyakinan dan kepercayaan itu adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat diharapkan ada di setiap hubungan sosial manusia, pernahkah anda menyaksikan betapa akhir- akhir ini rasanya sering terjadi konflik antar warga, golongan, agama bahkan antar negara sekalipun. lalu apa yang menjadi sebab semua ini. ketidak salingpercayalah merupakan sumbernya dimana setiap oarang saling curiga, saling merasa yang paling benar padahal semua itu adalah relatif.suatu ketika kita dihadapkan pada sebuah kesalahan misalnya dalam pekerjaan tidak sepantansnya kita mencari alasan pembenaran atas kesalahan kita, apalagi mencari kambing hitam (kasihan dari dulu kambing yang disalahin he..he..) sebagai seorang yang bertanggung jawab seharusnya tindakan yang kita adalah berani mengakui kesalahan dan bertekat untuk memperbaiki diri. lalu sebuah kepercayaanlah dari seorang atasan adalah sebagai bahan bakar untuk memotivasi diri dalam memperbaiki diri.sebagai manusia kita tidak terlepas dari kesalahan dan ketidakmampuan, apalagi anda yang masih tergolong baru dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, dimana pada saat tersebut anda masih dalam masa orientasi dan adaptasi, sebuah sematan bodohpun ketika anda tidak dapat dengan maksimal menyelesaikan pekerjaan harus anda terima dengan lapang hati. namun kita pun berharap bahwa sematan kata bodoh tadi hanyalah sebatas persepsi dan bukanlah paradigma, apakah akan selalu nila yang setitik akan merusak susu yang sebelangga, mungkin ketika anda mendapat 10 tugas dan kesembilan tugas tersebut dapat anda selesaikan dengan relatif baik namun pada tugas yang kesepuluh anda mendapat beberapa faktor sehingga pekerjaan anda kurang maksimal hasilnya lalu anda mendapat sematan bodoh untuk selamanya. bukankah kita saat ini diwajibkan untuk terus belajar agar terhindar dari kebodohan.adalah sebuah kepercayaan dari seorang atasan berupa teguran dan pemberian solusi atau memberi tahu kesalahn kita tersebut yang kita harapkan untuk dapat memperbaiki diri, belajar dan belajar. semua dari kita pasti berharap untuk dapat dipercaya yang terealisasi dalam berbagai tanggung jawab. bukankah sebuah kepercayaan dalam tanggung jawab adalah sarana anda untuk mengeksistensikan diri anda dalam lingkungan organisasi ataupun pekerjaan.semua dari kita pasti punya motivasi untuk mengggapai harapan dan cita-cita dan ketika itu anda akan mengerahkan segenap daya upaya dan usaha anda untuk menggapainya, dan sebuah keyakinan dan kepercayaan adalah bahan bakarnya.NB. catatan ini hanya bermaksud untuk saling memotivasi diantara kita, maaf jika di dalamnya menyinggung pihak atau personal tidak ada maksud dari kami untuk itu.semoga memberi manfaat dan dapat membakar semangat anda ketika mungkin saat ini banyak masalah yang menerpa hari-hari andabukankah cercaan, hinaan, teguran, masalah, rintangan dan tantangan adalah vitamin bagi kiota untuk selalu belajar memperbaiki diri untuk memantaskan diri tampil lebih baik.Salam Semangat......
Selasa, 05 Januari 2010
Belajar Untuk Belajar
Belajar adalah petualangan sepanjang hidup dalam kamus orang sukses tidak ada kata untuk tidak belajar
Ketika kita tertimpa kegagalan, bukanlah sakit yang kita terima tetapi tangga kita untuk menuju puncak kesuksesan.
Menurut Satria Hadi Lubis dalam menghadapi hidup ini kita harus selalu melihat dengan pandangan optimis, karena sukses bukanlah melulu hal-hal yang besar dalam hidup.
Salah bagi kita jika memandang kesusesan dari kaca mata materi dan kebahagiaan bukanlah dinilai dari materi namun kita tetap tidak terlepas dari kebutuhan terhadap materi. Tidak mungkin kita hidup tanpa materi tetapi permasalahannya ketika kesedihan menghinggapi kita di saat materi tak kunjung hadir dalam hidup kita lalu muncul pesimisme sehingga kita tersiksa dengan keadaan itu. Padahal banyak orang bahagia tanpa materi mereka bahagia karena mereka ingin bahagia.
Yang terpenting fokuskan pada keberhasilan (kesuksesan) kecil yang tiap hari antum peroleh, misal seperti telah menyelesaikan tugas, membantu orang tua, atau keberhasilan antum hari ini karena tidak terlambat masuk kerja atau sekolah. Dengan menghargai keberhasilan kecil antum jiwa optimis akan muncul untuk meraih kesuksesan yang lebih besar lagi.
Kamis, 06 Agustus 2009
Rabu, 29 Juli 2009
kekayaan hati
hati ibarat mata air yang memancar dari sumur jiwa, ia akan selalu menyejukan setiap jiwa manusia yang benar - benar paham terhadap kata hatinya.
rasa aman akan muncul akibat bertambahnya rasa iman maka bukti bahwa iman itu ada adalah selalu memacarkan rasa damai bagi sesama kerena Islam "rahmatan lil a'lamin".


